Celoteh - Celoteh

Klasifikasi Orang Berdasarkan kentut

6:00 PM

----- Original Message -----
SMALAM@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, November 12, 2008 7:17 PM

  • ORANG YANG TIDAK JUJUR Orang yang kalau kentut nyalahin orang lain.
  • ORANG GOBLOK Orang yang menahan kentutnya ber jam-jam.
  • ORANG YANG BERWAWASAN LUAS Orang yang tahu kapan harus kentut .
  • ORANG SENGSARA Orang yang mau kentut tapi nggak bisa.
  • ORANG MISTERIUS Orang yang kalo kentut, orang laen nggak tau.
  • ORANG GUGUP Orang yang tiba tiba menahan kentut nya saat kentut.
  • ORANG PEDE Orang yang ngira kalo kentutnya wangi.
  • ORANG SADIS Orang yang kalo abis kentut, kentutnya di kibaskan ke orang laen.
  • ORANG PEMALU Orang yang kalo kentut nggak bunyi, tapi malu sendiri.
  • ORANG STRATEGIS Orang yang menyembunyikan kentutnya dengan tertawa terbahak-bahak.
  • ORANG BEGO Orang yang habis kentut, menghirup nafas untuk mengganti kentutnya yang keluar.
  • ORANG PELIT Orang yang kalo kentut dikit-dikit.
  • ORANG SOMBONG Orang yang sering mencium kentutnya sendiri.
  • ORANG RAMAH Orang yang senang mencium kentut orang lain.
  • ORANG TIDAK SENANG BERGAUL Orang yang kalo kentut sembunyi.
  • ORANG AKUATIK Orang yang suka kentut di dalam air.
  • ORANG ATLETIS Orang yang kalo kentut sambil mengeluarkan tenaga dalam.
  • ORANG JUJUR Orang yang ngaku kalo habis kentut.
  • ORANG PINTER Orang yang bisa menandakan bau kentut orang lain.
  • ORANG SIAL Orang lain yang kentut tapi selalu dia yang dituduh kentut.
  • ORANG JOROK Orang yang kentut disertai dengan cairan (cepirit).
  • ORANG TENGIL Orang yang kentut sambil ngupil.
  • ORANG INTERNET Orang yang bunyi kentunya seperti modem.
  • ORANG MUSIK/MUSISI Orang yang bunyi kentutnya berirama merdu.
  • ORANG KERAS KEPALA Orang yang langsung membalas kentut orang lain setelah dia dikentuti.
  • ORANG BRENGSEK Orang yang ngentutin orang lain didepan mukanya.

    SerBa SerBi Kentut
  1. Dari mana asal kentut ? Dari gas dalam usus. Gas dalam usus berasal dari udara yang kita telan, yang menerobos ke usus dari darah, gas dari reaksi kimia & gas dari bakteri dalam perut.
  2. Apa komposisi kentut ? Bervariasi. Makin banyak udara anda telan, makin banyak kadar nitrogen dalam kentut (oksigen dari udara terabsorbsi oleh tubuh sebelum sampai di usus). Adanya bakteri serta reaksi kimia antara asam perut & cairan usus menghasilkan karbondioksida. Bakteri juga menghasilkan metana & hidrogen. Proporsi masing-masing gas tergantung apa yang anda makan, berapa banyak udara tertelan, jenis bakteri dalam usus, berapa lama kita menahan kentut . Makin lama menahan kentut, makin besar proporsi nitrogen, karena gas-gas lain terabsorbsi oleh darah melalui dinding usus. Orang yang makannya tergesa-gesa kadar oksigen dalam kentut lebih banyak karena tubuhnya tidak sempat mengabsorbsi oksigen. (Makanya jangan suka nahan kentut).
  3. Kenapa kentut berbau busuk ? Karena kandungan hidrogen sulfida & merkaptan. Kedua senyawa ini mengandung sulfur (belerang). Makin banyak kandungan sulfur dalam makanan anda, makin banyak sulfida & merkaptan diproduksi oleh bakteri dalam perut, & makin busuklah kentut anda. Telur & daging punya peran besar dalam memproduksi bau busuk kentut. Kacang-kacangan berperan dalam memproduksi volume kentut, bukan dalam kebusukannya.
  4. Kenapa kentut menimbulkan bunyi ? Karena adanya vibrasi lubang anus saat kentut diproduksi. Kerasnya bunyi tergantung pada kecepatan gas. (Dan diameter lubang anus anda, hi..hi....)
  5. Kenapa kentut yang busuk itu hangat & tidak bersuara ? Salah satu sumber kentut adalah bakteri. Fermentasi bakteri & proses pencernaan memproduksi panas, hasil sampingnya adalah gas busuk. Ukuran gelembung gas lebih kecil, hangat & jenuh dengan produk metabolisme bakteri yg berbau busuk. Ini kemudian menjadi kentut, walau hanya kecil volumenya, tapi SBD (Silent But Deadly).
  6. . Berapa banyak kentut diproduksi sehari ? Rata-rata setengah liter sehari dalam 14 kali kentut.
  7. Mengapa kentut keluar melalui lubang dubur ? Karena density-nya lebih ringan, kenapa gas kentut tidak melakukan perjalanan ke atas? Tidak demikian. Gerak peristaltik usus mendorong isinya ke arah bawah. Tekanan di sekitar anus lebih rendah. Gerak peristaltik usus menjadikan ruang menjadi bertekanan, sehingga memaksa isi usus, termasuk gas-nya untuk bergerak ke kawasan yg bertekanan lebih rendah, yaitu sekitar anus. Dalam perjalanan ke arah anus, gelembung-gelembung kecil bergabung jadi gelembung besar. Kalau tidak ada gerak peristaltik, gelembung gas akan menerobos ke atas lagi, tapi tidak terlalu jauh, karena bentuk usus yg rumit & berbeit-belit. (Bayangkan kalo kentut keluar dari lubang hidung).
  8. Berapa waktu yang diperlukan oleh kentut untuk melakukan perjalanan kehidung orang lain ?. Tergantung kondisi udara, seperti kelembaban, suhu,kecepatan & arah angin, berat molekul gas kentut, jarak antara 'transmitter'dengan 'receiver'. Begitu meninggalkan sumbernya, gas kentut menyebar konsentrasinya berkurang. Kalau kentut tidak terdeteksi dalam beberapa detik, berarti mengalami pengenceran di udara & hilang ditelan udara selama-lamanya. Kecuali kalau anda kentut di ruang sempit, seperti lift, mobil, konsentrasinya lebih banyak, sehingga baunya akan tinggal dalam waktu lama sampai akhirnya diserap dinding.
  9. Apakah setiap orang kentut ? Sudah pasti, kalau masih hidup. Sesaat setelah meninggal pun orang masih bisa kentut. (Makanya gak usah malu kalo sering kentut)
  10. Betulkah laki-laki kentut lebih sering daripada perempuan ? Tidak ada kaitannya dengan gender.. Kalau benar, berarti perempuan menahan kentutnya, & saat kentut banyak sekali jumlah yg dikeluarkan. (Makanya kentut perempuan lebih bau, ha..ha....)
  11. Saat apa biasanya orang kentut ? Pagi hari di toilet. yang disebut "morning thunder". Kalau resonansinya bagus, bisa kedengaran di seluruh penjuru rumah.
  12. Mengapa makan kacang-kacangan menyebabkan banyak kentut ? Kacang-kacangan mengandung zat gula yang tidak bisa dicerna tubuh. Gula tsb (raffinose, stachiose, erbascose) jika mencapai usus, bakteri di usus langsung berpesta pora & membuat banyak gas. Jagung, paprika, kubis, kembang kol, susu juga penyebab banyak kentut (bukan baunya!).
  13. Selain makanan, apa saja penyebab kentut ? Udara yang tertelan, makan terburu-buru, makan tanpa dikunyah, minum soft drink, naik pesawat udara (karena tekanan udara lebih rendah, sehingga gas di dalam usus mengalami ekspansi & muncul sebagai kentut).
  14. Apakah kentut sama dengan sendawa, tapi muncul dari lain lubang ? Tidak... sendawa muncul dari perut, komposisi kimianya lain dengan kentut. Sendawa mengandung udara lebih banyak, kentut mengandung gas yang Diproduksi oleh bakteri lebih banyak.
  15. Kemana perginya gas kentut kalau ditahan tidak dikeluarkan ? Bukan diabsorbsi darah, bukan hilang karena bocor..Tapi bermigrasi ke bagian atas menuju usus & pada gilirannya akan keluar juga. Jadi bukan lenyap, tapi hanya mengalami penundaan.
  16. Mungkinkah kentut terbakar ? Bisa saja. Kentut mengandung metana, hidrogen yang combustible (gas alam mengandung komponen ini juga). Kalau terbakar, nyala-nya berwarna biru karena kandungan unsur hidrogen. (Kalo naik gunung, lupa bawa korek api tapi mau masak indomie, pakai aja kentut buat nyalain kompor)
  17. Bisakah menyalakan korek api dengan kentut ? Jangan mengada-ada. .. konsistensinya lain. Juga suhunya tidak cukup panas untuk memulai pembakaran.
  18. Mengapa kentut anjing & kucing lebih busuk ? Karena anjing & kucing adalah karnivora (pemakan daging). Daging kaya akan protein. Protein mengandung banyak sulfur, jadi bau kentut binatang ini lebih busuk. Lain dengan herbivora seperti sapi, kuda, gajah, yang memproduksi kentut lebih banyak, lebih lama, lebih keras bunyinya, tapi relatif tidak berbau. (Makanya lebih baik pelihara gajah di rumah daripada anjing).
  19. Betulkah bisa teler kalau mencium bau kentut 2-3 kali berturut-turut ? Kentut mengandung sedikit oksigen, mungkin saja anda mengalami pusing kalau mencium bau kentut terlalu banyak. (Makanya yang punya hobi cium bau kentut, sebaiknya dikurangin)
  20. Apakah warna kentut ? Tidak berwarna. Kalau warnanya oranye seperti gas nitrogen oksida, akan ketahuan siapa yang kentut.
  21. Kentut itu apakah asam, basa atau netral ? Asam, karena mengandung karbondioksisa (CO2) & hidrogen sulfida (H2S).
  22. Apa yang terjadi kalau seseorang kentut di planet Venus ? Planet Venus sudah banyak mengandung sulfur(belerang) di lapisan udaranya, jadi kentut di sanapun tidak ada pengaruhnya. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan tentang perkentutan....
Subject: [lambah.net] Fwd: Fw: Klasifikasi Orang Berdasarkan kentut


Read On 1 comments
Read On 0 comments

Senja di Barelang

6:27 PM

Read On 0 comments
Read On 0 comments
Read On 0 comments

Terjebak Banjir

1:53 AM
Mengapa banjir??????


  • Apakah emang keinginan alam untuk rutinitas setiap tahun?

  • Apakah emang keinginan suatu kelompok akan hal tersebut?
  • Apakah emang keinginan individu pula akan hal tersebut
  • Apakah emang kebijakan yang selalu berpihak kpd kepentingan kelompok/individu untuk menguntungkan dan merugikan rakyat?
  • Apakah emang dengan banjir manusia dapat kembali (primitiv)?
  • Apakah emang dengan banjir manusia bisa sadar kembali dan peduliakan alam....

http://groups.yahoo.com/group/fahutan-unmul/message/6110;_ylc=X3oDMTJxc3VsYzlnBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzI5NzU1MjcEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MjQwNTYwBG1zZ0lkAzYxMTAEc2VjA2Rtc2cEc2xrA3Ztc2cEc3RpbWUDMTIyNjE3MTgzOA--

Read On 0 comments

Hujan

7:28 PM

Secara teoritik hujan hanyalah air yang jatuh dari awan, yakni air yang cair, tetesannya mempunyai garis tengah 0,1-5,5 mm dan kecepatan jatuhnya 0,1-8 mm per detik. Selain itu, hujan guruh atau dalam bahasa Ingris disebut sebagai thunder atau thunderstorm adalah perubahan keadaan atau cuaca karena masuknya udara yang sangat dingin dalam kawasan udara yang panas. Karena itu uap udara yang panas tadi berkondensasi yang artinya hujan turun. Karena arus udara yang naik dan yang bertukar-tukar, maka tetesan hujan itu terhembus sehingga pecah berhamburan dan timbullah dua macam tetesan, yang satu berupa tetesan kecil-kecil yang bermuatan negatif dan saudaranya berupa tetesan-tetesan besar yang bermuatan positif. Tetesan yang kecil dengan mudah terbawa udara naik keatas dan semakin menjauhkan jarak antara yang negatif dan positif dan menimbulkan gejala listrik dan melepaskan energi bernama Halilintar. Begitu saja penjelasan tentang hujan, tak lebih tak kurang.

Tetapi segala sesuatu akan kehilangan makna jika segala sesuatu itu tidak dilihat dari kebeningan jiwa. Karena kacamata begitulah, hujan yang hanya berupa tetesan air hanyalah sebuah gejala alam yang tak berarti apa-apa. Semua berlalu secara mekanik, ibarat matahari yang selalu terbit di timur dan berhenti dipeluk malam pada titik barat. Lalu kalau demikian, dimanakah keagungan hidup ?.

Keagungan hidup adalah hasil dari persekutuan kimiawi yang membentuk ketajaman pemikiran yang bercampur baur dengan rasa dan karsa. Percampuran yang dikehendaki ini "bergalintin pintin" memperhalus budi sehingga melihat apa yang tidak diuangkap secara terang benderang, dimana seorang buta akan melihat cahaya terang dikegelapannya. Pada titik itulah hujan kemudian menuai makna.

Pemaknaan hujan sebagai sebuah benda alam yang terkutuk membawa rasa nelangsa atau harapan yang melimpah ruah bukanlah tergantung kepada umur, sebab, meminjam istilah iklan sampoerna, tua itu pasti tapi dewasa adalah pilihan. Kali ini kata bernas yang terjebak pada jargon komersialitas itu saya ubah menjadi, "Tua itu Pasti, Menjadi Arif Itu Pilihan".

Kerapkali hujan menanggung kerinduan seorang pecinta, membelit dan mencekik. Sebab ia memaknai hujan sebagai jembatan rasanya yang rindu berbalut dendam. Menyakitkan sekaligus indah. Apalagi para pungguk yang cintanya tak pernah sampai, tidur bergelung, menghitung kasau, dan ketika mata dipaksa untuk terpejam, dipelupuk menari bayangannya, pada jenjang itulah hujan yang jatuh diatap, ibarat asam cuka yang mengalir dibubungan, kemudian merembes dan jatuh pada pertengahan luka. Itulah luka kerinduan yang diasami rintik hujan. Hingga tak heran, seorang Zalmon, penyayi tua Padang, menyanyi sembari meratap, mendendangkan "Rinai Pembasuh Luka".

Pada petani, hujan adalah salah satu prasyarat penting untuk menyambung kehidupan. Keberadaan hujan kemudian menempati posisi sakral dan memiliki keterikatan mistis dan magis dengan dia yang memiliki segala ada, yang adanya, ada sebelum yang ada itu ada bahkan dalam filsafat minang menyebutkan sebelum apa yang disebut dengan belum (sabalun alun barabalun) ia sudah ada.

Hujan sebagai episentrum kebudayaan pertanian lahan basah telah melahirkan apa yang disebut dengan "Pranoto Wongso" di Jawa, dimana siklus dengan pertanda alam tentang masa turun kesawah dijalankan dengan takzim berabad-abad berintikan putaran sang hujan. Demikian juga ritual-ritual kuno sampai ke agama-agama samawi memiliki doa'a-do'a sakral peminta hujan. Bahkan diberbagai kesempatan petanda linuwihnya para penguasa dan makbulnya para ulama adalah ketika ia dapat meminta hujan saat kemarau mengantarkan paceklik dan kelaparan pada penduduk negeri.

Tetapi telah bertahun kata hujan bersisian erat dengan bencana. Langit telah mengirimkan hujan yang menggelontorkan bukit dan tebing-tebing keperkampungan, bahkan aur dan rumpun-rumpun bambu tak lagi sanggup menjalani takdir sebagai teman sehidup semati tebing. Iapun ikut "rompak" terguling bersama bongkahan tanah menghimpit pondok-pondok petani. Hujan juga mengirim danau ke kota-kota, ketika kayu-kayuan telah berubah menjadi pancang-pancang beton dan diatasnya mesin-mesin berlarian, mengirimkan kepulan asap hitam dan seketika mengurung angkasa.

Murkakah sang langit ketika hujan tak membawa berkah dan itupun makin lama datang tak terduga. Pranoto Wongso atau apapun pola adaptif terhadap kearifan sang hujan telah kacau balau. Harapan yang biasanya tersimpan pada kantung-kantung hitam awan yang bergayut diangkasa, kini menghampa. Pengerukan tak henti segala benda dan unsur bumi sampai keintinya telah memutus banyak rantai-rantai kehidupan. Ya inilah dekade keserakahan seperti yang dikatakan oleh Josep E. Stiglitz.

Kalau kita kembali kepada cerita-cerita kuno dan cerita-cerita alkitab, bukankah hampir semua peradaban dihancurkan ketika keserakahan telah sampai pada titik paripurna. Seperti cerita Fir'aun yang mengaku tuhan, hari ini belalang datang bergelombang-gelombang, seperti hujan tak terhitung, memamah habis perladangan. Apakah ini pertanda ?. Kalaulah ini pertanda, sebelum tuhan mengirim sungai-sungai darah seperti Mesir diambang keruntuhan, harus ada yang melihat ini sebagai tanda. Tetapi hanya orang yang memiliki hakikatnya hati yang dapat melihat semua sebagai pertanda.

Hujan selain padanya disandangkan makna melankolik, romanitisisme cinta, padanya juga tak jarang ditumpahkan segala sumpah serapah. Ya sumpah serapah para pedagang kaki lima yang tidak mendapatkan apa-apa pada malam bazar kampung, karena para pengunjung lebih memilih tidur atau bersiap menanti banjir akan datang. Pilihan model ekonomi yang mengakumulasi pertumbuhan pada segelintir tangan-tangan gurita raksasa telah mengusir mereka dari pusat-pusat perdagangan seperti Blok M dan Tanah Abang. Hingga mereka hanya memiliki dua pilihan, disapih kebijakan anti kemiskinan yang berbunga-bunga dimedia atau diburu, hingga lenyap dari depan mata. Pada akhirnya para pedagang ini mesti berkesumat dengan hujan.

Kelihatannya kata hujan juga memiliki makna berbeda kali ini di Amerika. Keruntuhan perusahaan-perusahaan multinasional seketika seperti rumah semut tercurah hujan dan air bah itu tidak berhenti begitu saja. Ia kemudian merambat pada pasar-pasar bursa, dari wallstreet kemudian ke Eropa, Jepang dan mengguncang Jakarta. Pertanda apakah ini ?.

Serapuh itukah segala kemudahan dan kemewahan sebuah sistem yang dirindu dan dicerca. Padahal pada saat itu, banyak pihak menyangka dengan berakhirnya perang dingin, maka berakhir pula idiologi. Sistem perusahaan bebas telah berjaya dan kita semua bertugas menyempurnakan sistem itu. Kalahnya komunisme adalah kalahnya patologi, kalahnya sebuah penyimpangan, kalahnya rezim otoriter. Perlawanan terhadap penyimpangan itu mengalihkan perhatian pada masalah besar yakni masyarakat seperti apa yang ingin dibentuk dibumi. Pada akhirnya dalam dunia global ini, apakah kita harus berjalan pada nada genderang yang sama, lalu dimana ruang bagi keberagaman. Pernyataan dan pertanyaan Stiglitz seperti hujan menghantam kebutaan penghambaan kita pada sisitem ekonomi itu.

Pada akhirnya kembalikanlah hujan pada qittahnya, pembawa rahmad dan pertanda kasih sayang yang esa bagi orang-orang yang mau melihat ini sebagai pertanda. Tidak melankolik, menyimpan amarah, gemuruh duka atau menjauh tak berharap, tetapi ia dingin dan mendinginkan tempat kehidupan tumbuh menyambung peradaban.

Pondok Labu, 2 November 2008__,_._,___

Read On 0 comments

Kenapa Harus Moratorium?

7:59 PM
Kenapa Harus Moratorium?

Deforestasi dan Bencana Alam
Bencana ekologis tahunan seperti kabut asap, banjir dan kekeringan telah memberikan dampak negative yang cukup besar bagi negeri ini. Hal ini merupakan sebuah indicator termudah untuk melihat bahwa tingkat kerusakan lingkungan hidup di Riau sudah sampai pada tahap mengkhawatirkan.

Proses Deforestasi dan degradasi hutan alam di Propinsi Riau berlangsung sangat cepat. Selama kurun waktu 24 tahun (1982-2005) Propinsi Riau sudah kehilangan tutupan hutan alam seluas 3,7 Juta hectare. Pada tahun 1982 tutupan hutan alam di Provinsi Riau masih meliputi 78% (6.415.655 hektar) dari luas daratan Propinsi Riau 8.225.199 Ha (8.265.556,15 hektar setelah dimekarkan).
Hingga tahun 2005 hutan alam yang tersisa hanya 2,743,198 ha (33% dari luasan daratan Riau). Dalam Kurun waktu tersebut provinsi Riau rata-rata setiap tahun kehilangan hutan alam-nya seluas 160.000 Hectare/tahun dan selama periode 2004 - 2005 hutan alam yang hilang mencapai 200 ribu [1]

Investasi Yang Menghancurkan
Jumlah industri legal yang tercatat pada tahun 2005 di Dinas kehutanan Propinsi Riau sebanyak 576 Unit dengan kebutuhan bahan baku menjadi 22,7 juta M3/tahun
[2]. Sedangkan kemampuan produksi hutan pada tahun 2000 hanya sekitar 1,1 juta m3/tahun[3] dan terus berkurang setiap tahun. Industri ini terdiri dari industri sawn Timber (Saw mill) mencapai 559 unit, moulding 27 unit, Industri kayu lapis (plywood) 9 unit, chip mill sebanyak 2 unit. Disamping itu dari berbagai study yang dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ditemukan ratusan sawmill illegal yang belum dihitung kapasitas Produksinya.

Tidak seimbangnya kapasitas industri terpasang dengan kemampuan suply bahan baku mengakibatkan terjadinya eksploitasi berlebihan sumberdaya hutan yang melebihi kapasitas daya dukung lingkungan. Dampak yang muncul akibat terganggunya daya dukung lingkungan ini adalah bencana ekologis setiap tahun dialami oleh masyarakat berupa banjir dan bencana asap.

Akibat lain yang muncul karena paradigma investasi berbasis lahan untuk memenuhi kebutuhan industri ini adalah tingginya konflik tenurial antara masyarakat lokal dengan pemilik izin pemanfaatan ruang baik itu perkebunan maupun HTI. Dalam banyak kasus masyarakat selalu berada pada pihak yang dirugikan ketika terjadi konflik dengan pihak perusahaan. Dengan kata lain Rakyat yang seharusnya sebagai pemilik kedaulatan wilayah dan menjadi subjek pembangunan justru harus tersingkirkan dengan mengatas namakan investasi. Jika kedaulatan rakyat terhadap sumberdaya alam ini tidak segera dipulihkan maka Visi Riau 2020 Sebagai Pusat Budaya Melayu di Asia Tenggara justru akan berubah menjadi Pusat Buruh Melayu di Asia Tenggara.



Riau yang Rawan Bencana
Hampir setiap tahun Pemerintah provinsi Riau disibukan mengurusi korban bencana banjir dan asap, persoalan ini lebih disebabkan karakteristik bentangan alam provinsi Riau yang terdiri dari kawasan mineral dan kawasan bergambut. Sekitar 4 juta ha ( 46%) daratan Riau merupakan kawasan bergambut yang sangat labil bila ekosistimnya di rusak. Selama puluhan tahun eksploitasi dan konversi hutan alam rawa gambut di Riau dilakjukan tanpa melalui pertimbangan yang benar dan baik sehingga bencana asap, banjir dan kekeringan terus berulang di Riau setiap tahunnya. Hal ini telah berakibat pada menurunya kualitas udara yang selanjutnya berdapak pada kesehatan dan kehidupan masyarakat Riau. Selama tahun tahun 2005 penderita penyakita Infeksi Salauran Pernafasan Akut ( ISPA) pada anak Balita di provinsi Riau mencapai 7.608 jiwa. Hal lain yang sangat menghawatirkan dari dampak ekosistim hutan rawa gambut adalah terjadinya penurunan permukaan gambut (subsidensi) yang telah dan akan menimbulkan masuknya air laut jauh kedaratan ( Intrusi), hal ini telah dan akan terus mengancam masyarakat yang bermukim pada kawasan bergambut. Untuk itu sangat dibutuhkan Tindakan dan kebijakan Pemerintah yang bersifat kehati-hatian dini (early precaution policy action) dalam pengelolaan kawasan gambut.

Momentum Perubahan

Deforestasi dan bencana alam terjadi karena tidak tegaknya regulasi dalam penataan ruang, baik itu pada tahapan perencanaan, implementasi maupun penertiban. Dari analisis Kabut Riau 2008 terdapat 2.295.300 ha perizinan yang perlu ditertibkan/ dicabut izin pemanfaatan ruangnya karena tidak sesuai dengan Kriteria lahan yang ditetapkan dalam PP no 26 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Perizinan yang perlu ditertibkan diantaranya seluas 1.570.700 ha Izin Hutan Tanaman Industri (HTI) dan seluas 724.600 ha Izin Perkebunan.
[4]

Bencana ekologis yang muncul serta tingginya konflik kepemilikan lahan merupakan kegagalan dalam “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum”
[5] sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke 4 adalah merupakan kegagalan bersama dalam membangun sebuah bangsa di setiap level pemerintahan. Penyebab utama dari kegagalan ini adalah tidak tegaknya regulasi dalam penengelolaan sumberdaya alam yang diamanatkan oleh pasal 33 ayat 3 UUD 1945

Keluarnya UU No 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang yang merupakan mandat dan penjabaran dari Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 merupakan momentum positif dalam reformasi regulasi dalam pengelolaan sumberdaya alam serta menjawab kegagalan dari tujuan pembangunan nasional. Momentum perubahan ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh elemen negara (penyelenggara negara dan rakyat) jika tujuan pembangunan nasional menuju masyarakat adil dan makmur ingin kita capai dimasa yang akan datang.

Moratorium
Berdasarkan kondisi kritis diatas sudah saat-nya dilakukan penataan kembali secara menyeluruh hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan hutan di Provinsi Riau, baik itu penataan kebijakan, perijinan, penyelesaian konflik pertanahan, pencegahan bencana lingkungan ( Kebakaran hutan, banjir dan kekeringan), pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas hidup masyarakat, pendidikan dan sebagainya. Dengan segala persoaalan kehutanan yang terjadi saat ini di Riau penataan kembali akan sangat sulit untuk diimplementasikan apa bila segala aktivitas konversi atau eksploitasi hutan masih terus berlangsung. Penyelesaian dari persoalan diatas hanya bisa dilakukan dengan jalan melakukan MORATORIUM.

Tujuan Moratorium
1. Memberlakukan kebijakan dan melakukan tindakan kehati-hatian dini guna menjamin kepastian hukum bagi terpenuhinya hak-hak rakyat terhadap keselamatan, produktifitas dan jasa alam secara berkelanjutan;
2. Memberlakukan kebijakan dan melakukan tindakan pembenahan guna menjamin kepastian hukum bagi berlangsungnya kegiatan pembangunan yang tepat dan optimal di Provinsi Riau tanpa mengorbankan keselamatan dan produktifitas rakyat serta keberlanjutan jasa alam.

[1] Jikalahari 2005
[2] Makalah Gubernur Propinsi Riau 2006
[3] Kanwil kehutanan propinsi Riau 2000
[4] Data Dan Fakta Pola Pemanfaatan Ruang Provinsi Riau oleh Kabut Riau 2008
[5] Alinea ke 4 pembukaan UUD 1945



Read On 0 comments

Aktifitasku

3:13 AM




Bookmark and Share
Read On 0 comments

Pekanbaru flood maps

7:49 AM
Apa yang akan terjadi di kota pekanbaru apabila tinggi permukaan laut (sea level) naik +10 meter akibat dari mencairnya es dikutub utara sebagai dampak dari pemanasan Global?

anda ingin tahu lebih jauh silahkan lihat disini

Jika Permukaan laut naik +1m
http://flood.firetree.net/?ll=0.5577,101.4102&z=3&m=1&t=1
Jika Permukaan laut naik +2m
http://flood.firetree.net/?ll=0.5577,101.4102&z=3&m=2&t=1
Jika Permukaan laut naik +3m
http://flood.firetree.net/?ll=0.5577,101.4102&z=3&m=3&t=1
Jika Permukaan laut naik +4m
http://flood.firetree.net/?ll=0.5577,101.4102&z=3&m=4&t=1
Jika Permukaan laut naik +5m
http://flood.firetree.net/?ll=0.5577,101.4102&z=3&m=5&t=1



Jika Permukaan laut naik +10m
http://flood.firetree.net/?ll=0.5577,101.4102&z=3&m=10&t=1

Read On 0 comments

Hal Mengejutkan Tentang Kritik

1:04 AM

"Kritik tak pernah didasari rasa sayang; kritik tak pernah diberikan untuk kebaikan seseorang. Kritik dirancang untuk melemahkan atau menciptakan ketidaknyamanan dan keraguan dalam diri orang yang dikritik."
–Karen Casey, Change Your Mind and Your Life Will Follow

Jika Anda yakin bahwa kritik adalah membangun, bisa jadi Anda masih "termakan" oleh pendapat umum tentang kritik. Pada dasarnya orang suka mengkritik sehingga mencari pembenaran untuk mengkritik yaitu dengan mengatakan bahwa kritik itu membangun. Silahkan simak artikel saya yang lain yang berjudul "Apakah Kritik itu Membangun?"

Dalam artikel tersebut, seorang wanita menyia-nyiakan kemampuan menyanyinya karena kritik. Begitu kritik hilang dalam hidupnya, maka dia menjadi penyanyi tenar. Ada juga orang yang selama 40 tahun hidupnya merasa tidak memiliki keterampilan sama sekali. Mengapa? Karena sejak kecil dia selalu dikritik saat melakukan sesuatu. Ternyata setelah dia menghilangkan pengaruh kritik tersebut, dia sungguh sangat terampil. Dia menyia-nyiakan keterampilannya selama 40 tahun karena kritik.

Mengapa kritik bisa begitu merusak dan menyia-nyiakan potensi diri seseorang? Sebab kritik hanya memfokuskan diri kita kepada hal yang negatif. Saat Anda dikritik, Anda kecewa dan mungkin marah, sambil pikiran Anda fokus kepada apa yang menjadi objek kritikan. Sementara, dalam ilmu pikiran, fokus ditambah emosi sama dengan kenyataan.

Hal ini bisa dijelaskan baik melalui Law of Attraction maupun Psycho-Cybernetics. Menurut Law of Attraction, jika kira fokus pada suatu hal kemudian diringi oleh emosi yang kuat, maka kita akan menarik apa yang kita fokuskan. Begitu juga dijelaskan dalam teori Psycho-Cybernetics, fokus ditambah emosi akan menghidupkan suatu mekanisme dalam tubuh dan pikiran kita untuk mewujudkan apa yang menjadi fokus pikiran kita.

Sekarang kita bisa mengambil kesimpulan, yaitu jangan mengkritik dan jangan biarkan diri Anda dikritik. Jika Anda ingin mengubah atau membangun seseorang, carilah cara lain selain mengkritik. Begitu juga, hindari bergaul dengan orang-orang yang suka mengkritik. Semakin sedikit Anda mendengar kritik, semakin sehat pikiran kita.

Jika terpaksa sering menerima kritik, jangan biarkan pikiran bawah sadar Anda menerima kritik tersebut. Jika Anda membiarkan pikiran bawah sadar Anda menerima kritik, percayalah, akibatnya seperti dihipnotis, secara tidak sadar Anda malah mewujudkan kritikan tersebut. Anda harus memiliki suatu pertahanan dalam pikiran Anda. Pertahanan itu adalah pikiran positif. Anda harus terus-menerus membangun pikiran positif atau pikiran indah.

<a href="http://www.motivasi-islami.com" target="_blank">Sumber: Motivasi Islami</a>
Read On 1 comments

Surat Cinta Seorang Ilmuwan

6:05 PM
Surat Cinta Seorang IlmuwanDikutip

Archimedes dan Newton tak akan mengerti Medan magnet yang berinduksi di antara kita Einstein dan Edison tak sanggup merumuskan E=mc2 Ah tak sebanding dengan momen cintaku

Pertama kali bayangmu jatuh tepat di fokus hatiku Nyata, tegak, diperbesar dengan kekuatan lensa maksimum Bagai tetes minyak milikan jatuh di ruang hampa Cintaku lebih besar dari bilangan avogadro…

Walau jarak kita bagai matahari dan Pluto saat aphelium Amplitudo gelombang hatimu berinterfensi dengan hatiku Seindah gerak harmonik sempurna tanpa gaya pemulih Bagai kopel gaya dengan kecepatan angular yang tak terbatas

Energi mekanik cintaku tak terbendung oleh friksi Energi potensial cintaku tak terpengaruh oleh tetapan gaya Energi kinetik cintaku = -mv~ Bahkan hukum kekekalan energi tak dapat menandingi hukum kekekalan di antara kita

Lihat hukum cinta kita Momen cintaku tegak lurus dengan momen cintamu Menjadikan cinta kita sebagai titik ekuilibrium yang sempurna Dengan inersia tak terhingga Takkan tergoyahkan impuls atau momentum gaya Inilah resultan momentum cinta kita

SalamIlmuwan
Read On 0 comments

Jembatan Limpapeh

4:42 AM





Read On 0 comments

Pantai Tiram

6:04 AM






Read On 2 comments
Read On 0 comments
 
Profil Facebook Raflis Raf

TRANSLATE THIS BLOG

Translate this page from Indonesian to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Widget edited by Anang

Yahoo Pingbox

Aktifitas

Rapat Tata Ruang Pulau Sumatra

Rapat Fortrust Padang Agustus 2008

 

Rapat Fortrust Padang Agustus 2008

 

Rapat Fortrust Padang Agustus 2008

 

Pulp Meeting Pekanbaru

Pulp Meeting Pekanbaru

 

Pulp Meeting Pekanbaru

 

Pulp Meeting Pekanbaru

 

Pulp Meeting Medan

Pulp Meeting Medan

 

Pulp Meeting Medan

 

Pulp Meeting Jambi

 

Pulp Meeting Jambi

 

Pulp Meeting Jambi

 

Pulp Meeting Balikpapan

 

Pulp Meeting Balikpapan

 

Pulp Meeting Balikpapan

 

Pulp Meeting Banjar Baru

 

Pulp Meeting Banjar Baru

 

Pulp Meeting Banjar Baru

 

Pulp Meeting Palangkaraya

 

Pulp Meeting Palangkaraya

 

Pulp Meeting Palangkaraya

 

Pulp Meeting Palangkaraya

 

Konfrensi Pers Bencana Ekologis

 

Konfrensi Pers Bencana Ekologis

 

Konfrensi Pers Bencana Ekologis

 

Konfrensi Pers Bencana Ekologis

 

Konfrensi Pers Bencana Ekologis

 

Konfrensi Pers Bencana Ekologis

 

Konfrensi Pers Bencana Ekologis

 

Konfrensi Pers Bencana Ekologis

 

Kelompok Kerja Tata Ruang Riau

 

Kelompok Kerja Tata Ruang Riau

 

Kelompok Kerja Tata Ruang Riau

 

Kelompok Kerja Tata Ruang Riau

 

Balung

Balung

Balung

Balung

Balung

Pemetaan Sungai Bela

Sungai Bela

 

Sungai Bela

 

Sungai Bela

 

Sungai Bela

 

Sungai Bela

 

Sungai Bela

 

Sungai Bela

 

Sungai Bela

 

Sungai Bela

 

Sungai Bela

 

Sungai Bela

 

Sungai Bela

 

Lain lain

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Arsip Blog Tata Ruang

  • Lihat Mengutamakan Manfaat Tanah: Menyibak Bom Waktu di ... Telaah Kasus
  • Lihat Keterangan Saksi Ahli Kasus Illegal Logging Riau
  • Lihat Dari Peta Kawasan Lindung Nasional
  • Lihat Contoh kasus konflik ruang (Perusahaan VS masyarak...
  • Lihat Solusi Dalam Menghambat Laju Deforestasi Dan Degra...
  • Lihat Ketika Kelapa Sawit Menjadi Primadona
  • Lihat Gubernur se-Sumatera Tegaskan Komitmen Selamatkan ...
  • Lihat Kembali dari Spanyol, Gubri Tegaskan Komitmen Jaga...
  • Lihat Bangun Jalur Hijau dan Taman Dinas TRCK Anggarkan ...
  • Lihat Warga Pertanyakan Tata Ruang Bagan Batu
  • Lihat Sumbar Kaji Perdagangan Karbon
  • Lihat YP&MPR Minta Pembabatan Hutan Skala Besar Dihentik...
  • Lihat DPRD Ancam tak Bahas Perda RTRW
  • Lihat DPRD Stuban, Ranperda Terbengkalai
  • Lihat Tak Punya Tata Ruang, Dephut Tegur Pemprov
  • Lihat Warga Tolak TNTN Lokasi Konservasi Gajah
  • Lihat Ranperda RTRW Perlu Diperbaiki
  • Lihat Pansus Undang Wakil Masyarakat
  • Lihat Pemkab Dukung Pokja Petani Karet
  • Lihat Pembahasan Tiga Ranperda Ditargetkan Rampung Akhir...
  • Lihat Pemko Plot Lahan Bandara 229 Ha
  • Lihat Masyarakat Logas Desak Kapolda Usut
  • Lihat Kepala BPN Akui Bagan Batu Masuk Kawasan Hutan
  • Lihat Dishutbun Data Jumlah Perusahaan Perkebunan
  • Lihat Warga Desak Pemerintah Tetapkan Revisi Tata Ruang
  • Lihat Sembilan Orang Diperiksa
  • Lihat Pemkab Surati Gubernur Riau
  • Lihat Peta Lokasi Kebun K2I Pemkab dan Provinsi Berbeda
  • Lihat Pemko Pekanbaru Ajukan Ranperda RTRW
  • Lihat Ikuti Aturan Baru, Pemko Siapkan Perubahan RUTRK
  • Lihat DAS SIAK PERLU PENATAAN...
  • Lihat Pansus RTRWP Riau Tolak Siabu Jadi Tempat Latihan ...
  • Lihat Riaupulp Ajak LKD Olak dan Segati Study Banding Ke...
  • Lihat Fw: [tata_ruang_riau] Riau - Ribuan Hektare Lahan ...
  • Lihat Kampung Melayu Perlu Diwacanakan Pemko Pekanbaru
  • Lihat Fatal, Draf Ranperda RTRW Perlu di Evaluasi
  • Lihat Lahan Pertanian dan Pendidikan Jadi Prioritas pada...
  • Lihat Setiap Fraksi Berikan Saran dan Pertanyaan Terhada...
  • Lihat Fatal, Draf Ranperda RTRW Perlu di Evaluasi
  • Lihat Ranperda RTRW Perlu Diperbaiki
  • Lihat Kongres IUCN Barcelona 10 Oktober 2008 foto
  • Lihat Indonesia Umumkan Komitmen Gubernur se-Sumatera un...
  • Lihat Draft Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Riau Penataan Ruang,
  • Lihat Pertemuan Gubernur Se Sumatra 18 Sept 2008 RTR Pulau Sumatra
  • Lihat http://www.mediafire.com/?df56ltyiisr
  • Lihat Draft Rencana Tata Ruang Pulau Sumatra RTR Pulau Sumatra
  • Lihat FOR TRUST (Forum Tata Ruang Sumatra) foto,
  • Lihat Pertemuan Rencana Tata Ruang Pulau Sumatra RTR Pulau Sumatra
  • Lihat Rapat Keluarga Monyet lain-lain
  • Lihat Para Bupati Diminta Tidak Sembarangan Menerbitkan ...
  • Lihat Pemanasan Global dan Penataan Ruang
  • Lihat Pentingnya pengelolaan Tata Ruang Wilayah Pesisir ...
  • Lihat Kajian UU rencana tata ruang Penataan Ruang
  • Lihat Proyek PLTU Tangerang salahi Tata Ruang
  • Lihat Jakarta Kebanjiran
  • Lihat Lansekap, sustainable Development dan MDGs
  • Lihat Implementasi Tata Ruang Daerah Aliran Sungai Untuk...
  • Lihat Pengenala Model Implementasi Penataan Ruang Kawasa...
  • Lihat Cara Berfikir Sistem dan Penerapannya dalam Analis...
  • Lihat Arsitektur Dan Kota Tampa Etika
  • Lihat Antisipasi Dampak Pemanasan Global Dari Aspek Tekn...
  • Lihat [ac-i] kota jawa menelan lingkungan
  • Lihat Hilangnya Ruang Publik: Ancaman bagi Kapital Sosia...
  • Lihat Rencana Tata Ruang Seharusnya Menjadi Main Entrace...
  • Lihat UU Penataan Ruang; Mau Kemana..???
  • Lihat Tata Ruang Milik Siapa???
  • Lihat Kematian Politik Ruang
  • Lihat Kriminalisasi Pelanggar Tata Ruang Dua Tahun Lagi
  • Lihat Analisis Izin Pemanfaatan Ruang terhadap PP 26 200...
  • Lihat PP N0. 2 Tahun 2008 melanggar UU No. 26 Tahun 2006...
  • Lihat Data Dan Fakta PP 26 2008 - Upload...
  • Lihat Pulau Jawa Terancam Krisis Pangan Persoalan Tata Ruang
  • Lihat Pencabutan/ Pembekuan Ijin Konsesi HTI RAPP Dan Tan...
  • Lihat Rencana Tata Ruang Pulau Sumatra RTR Pulau Sumatra
  • Lihat Posisi Kasus PT Lestari Unggul Makmur
  • Lihat Kepal Koe Satoe: Ranperda TENTANG PENGELOLAAN KAWA...
  • Lihat Kebakaran Hutan dan lahan tanggal 22 februari 2008...
  • Lihat Kebakaran Hutan dan lahan tanggal 21 februari 2008...
  • Lihat Kebakaran Hutan dan lahan tanggal 20 februari 2008...
  • Lihat Kebakaran Hutan dan lahan tanggal 19 februari 2008...
  • Lihat Kebakaran Hutan dan lahan tanggal 18 februari 2008...
  • Lihat Kebakaran di lahan Gambut
  • Lihat Kontroversi Perizinan HTI di provinsi Riau
  • Lihat Pengurangan Hutan Pemicu Perubahan Iklim
  • Lihat Kemungkinan dilakukannya Judicial Review terhadap ...
  • Lihat Seribu Hektar Hutan Alam Riau Jadi HTI Jika Ranper...
  • Lihat 600 Ribu Ha Menunggu Dikembangkan
  • Lihat Mengritisi Kesepakatan Bersama Antara Badan Pertan... Konflik Tenurial
  • Lihat Surat Serikat Tani Riau untuk Panitia Ad Hoc II DP... Wilayah Kelola Masyarakat
  • Lihat Menhut: 59,3 Juta Hektare Hutan Indonesia Rusak da...
  • Lihat 50% Bangunan Langgar IMB Persoalan Tata Ruang
  • Lihat Terjadi Perampasan Ruang Publik
  • Lihat Rencana Tata Ruang Wilayah akan Dipasang di Tiap K...
  • Lihat Pemerintah akan Revisi RUU Tata Ruang Atasi Banjir...
  • Lihat Terjadi 135 Bencana Ekologis di Indonesia Selama 2...
  • Lihat Hutan Alam Riau Kini Tinggal 5 Persen
  • Lihat Rencana Tata Ruang Ancam Hilangkan 3,1 Juta Ha Lah...
  • Lihat PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM HARUS PERHATIKAN LANS...
  • Lihat Indonesia Bawa Tujuh Agenda dalam Konferensi UNFCC...
  • Lihat Penghancuran Lingkungan Berlanjut
  • Lihat Bantuan Program Reforestasi Indonesia Bagian Kesa...
  • Lihat Perencanaan Pembangunan Harus Disesuaikan dengan P...
  • Lihat Menyiasati Dampak Pemanasan Global
  • Lihat "Isu Pemanasan Global Bisa Kita Hadapi Tanpa Ameri...
  • Lihat Lahan Gambut Berperan Kurangi Pemanasan Global
  • Lihat Masyarakat Harus Diberitahu Soal Perubahan Iklim
  • Lihat RUMUSAN HASIL RAPAT KERJA NASIONAL BADAN KOORDINAS...
  • Lihat KONSISTENSI PENATAAN RUANG DAN PEMANFAATAN, LANGKA...
  • Lihat Rencana Tata Ruang Riau: Tanah Ulayat Harus Masuk ...
  • Lihat Tanah Ulayat Harus Masuk ke RTRW Riau
  • Lihat Suaka Margasatwa Balai
  • Lihat SUSANTO KURNIAWAN: Kerusakan Hutan di Riau Terting...
  • Lihat Pemkab Turun Tangan Amankan Perbatasan Kuansing
  • Lihat Pemerintah Tidak Punya Pemetaan Prioritas Infrastr...
  • Lihat Ratusan Warga Desa Terisolir Kampar Demo DPRD Riau...
  • Lihat Ribuan Ikan di Kampar Mati
  • Lihat Pengesahan Perda RTRWP Ditunda
  • Lihat Tahun 2040 : 2.000 pulau tenggelam
  • Lihat Data Tata Ruang Hutan Perlu Sinkronisasi Berita
  • Lihat Mhn Info Perda Riau tentang Tata Ruang Kawasan Sun...
  • Lihat Mhn Info Perda Riau tentang Tata Ruang Kawasan Sun...
  • Lihat Perhatikan Aspek Lingkungan Rencana Tata Ruang Kabupaten
  • Lihat Cara mendelineasi Kawasan Lindung dan Budidaya dal...
  • Lihat ”Master Plan” Tata Ruang Belum Diperbaharui
  • Lihat Mhn Info Perda Riau tentang Tata Ruang Kawasan Sun...
  • Lihat Mhn Info Perda Riau tentang Tata Ruang Kawasan Pan...
  • Lihat Kesalahan Delineasi RTRWP 5 (komentar) Delineasi Kawasan,
  • Lihat Kesalahan delineasi RTRWP 5 (Kawasan Suaka Alam)
  • Lihat Kesalahan Delineasi RTRWP 4 (Kawasan Perlindungan ...
  • Lihat Kesalahan Delineasi RTRWP 3 (Kawasan Lindung Gambu...
  • Lihat Kesalahan Delineasi RTRWP 2 (Kawasan Hutan Resapan...
  • Lihat Kesalahan Delineasi RTRWP 1
  • Lihat Dugaan Penyerobotan Lahan oleh PTPN V 2
  • Lihat Cara mendelineasi Kawasan Lindung dan Budidaya dal...
  • Lihat Cara mendelineasi Kawasan Lindung dan Budidaya dal...
  • Lihat Hak ulayat masyarakat adat
  • Lihat Peran serta masyarakat Forum Diskusi
  • Lihat Dukungan untuk Taman Nasional Zamrud Terus Mengali...
  • Lihat Dukungan untuk Taman Nasional Zamrud Terus Mengali...
  • Lihat Pemkab Diminta Inventarisasi Lahan Forum Diskusi,
  • Lihat Kehidupan Penghuni Hutan Itu Mulai Terusik2
  • Lihat Masyarakat Diminta Tidak Alih Fungsikan Lahan
  • Lihat Dugaan Penyerobotan Lahan oleh PTPN V
  • Lihat Pengrusakan Alam (Hutan) Era tahun '80an, '90an da...
  • Lihat Warga Sungai Rumbia Mengungsi
  • Lihat Kawasan lindung perhentian Sungkai
  • Lihat Kebun K2I Tak Kunjung Selesai, DPRD Hearing dengan...
  • Lihat Terbakarnya lahan gambut akibat salahnya tata ruan...
  • Lihat Kebun K2I Tak Kunjung Selesai, DPRD Hearing dengan...
  • Lihat Suku Sakai Desak Polda Riau Tuntaskan Sengketa Lah...
  • Lihat Upaya Pemerintah Atasi Masalah Pertanahan Nasional...
  • Lihat Upaya Pemerintah Atasi Masalah Pertanahan Nasional...
  • Lihat lahan untuk rakyat cuma dialokasikan 0,62 ha/jiwa ...
  • Lihat lahan untuk rakyat cuma dialokasikan 0,62 ha/jiwa ...
  • Lihat Hutan Senepis Terbentur Kewenangan
  • Lihat lahan untuk rakyat cuma dialokasikan 0,62 ha/jiwa ...
  • Lihat Banjir Rendam Rohul
  • Lihat Hutan Senepis Terbentur Kewenangan
  • Lihat Kanal Belum Selesai, Sawah Terendam
  • Lihat Masyarakat Turun ke Jalan Sekitar 75 Persen Kelura...
  • Lihat Dua Hari Diguyur Hujan
  • Lihat Dukungan untuk Taman Nasional Zamrud Terus Mengali...
  • Lihat Ketersediaan Lahan HGU Mulai Terbatas
  • Lihat Pemprov Diminta Tak Mengacu Perda Nomor 10/1994
  • Lihat Kebijakan HCVF Ancam Hak Masyarakat Adat
  • Lihat Peran Serta Masyarakat 6
  • Lihat Peran Serta Masyarakat 6
  • Lihat Peran Serta Masyarakat 5
  • Lihat Peran serta masyarakat 4
  • Lihat Peran serta masyarakat 3
  • Lihat Peran Serta Masyarakat 2
  • Lihat Peran serta masyarakat 1
  • Lihat Kebijakan HCVF Ancam Hak Masyarakat Adat
  • Lihat Riau Belum Selesaikan Penunjukan Kawasan Hutan
  • Lihat Pemerintah Diminta Hormati Tanah Ulayat
  • Lihat BKSDA Terkesan Abaikan Kejati
  • Lihat RTRW Harus Pertegas Kawasan Bencana Alam di Riau
  • Lihat Banjir dan Tata Ruang 11
  • Lihat Banjir dan Tata Ruang 11
  • Lihat Banjir dan Tata Ruang 10
  • Lihat Banjir dan Tata Ruang 9
  • Lihat Banjir dan Tata Ruang 8
  • Lihat Banjir dan Tata Ruang 7
  • Lihat Banjir dan Tata Ruang 6
  • Lihat Banjir dan Tata Ruang 5
  • Lihat Banjir dan Tata Ruang 4
  • Lihat Banjir dan Tata Ruang 3
  • Lihat Banjir dan Tata Ruang 2
  • Lihat Banjir dan Tata Ruang 1
  • Lihat UU Penataan Ruang;
  • Lihat Ichsanuddin: Cara Berpikir Pemerintah tentang Tata...
  • Lihat DAS Siak Diusulkan Dikelola Lembaga Khusus
  • Lihat Usulan Jikalahari Terhadap DPRD Riau Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi

Multiply

Wordpress

Slide Share

rencanatataruangriau.blogspot.com

riau-forest-fie.blogspot.com

pulp-dan-kertas-indonesia.blogspot.com

sorakriau.blogspot.com

Produk

Inkonsistensi Perizinan Pada PT Gunung Mas Raya terhadap RTRWN, RTRWP, RTRWK, maupun TGHK
From Pelanggaran Terhadap Kawasan Bergambut
Dari 12627.9 Ha perkebunan eksisting terdapat, 1962 ha pada kawasan gambut dengan kedalaman 2-4 meter, 1843 ha pada kawasan gambut dengan kedalaman lebih dari 4 meter.
From PT Gunung Mas Raya 1
Google earth
From PT Gunung Mas Raya 1
From PT Gunung Mas Raya 1
Citra Landat Tahun 1990
From PT Gunung Mas Raya 1
Citra Landsat 2000
From PT Gunung Mas Raya 1
Citra Landsat 2005
From PT Gunung Mas Raya 1
Citra Landsat 2007
From PT Gunung Mas Raya 1
Pelanggaran Terhadap Perda No 10 tahun 1994 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Riau.
From PT Gunung Mas Raya 1
Pelanggaran Terhadap PP No 10 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional
From PT Gunung Mas Raya 1
Pelanggaran Terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Rokan Hilir
From PT Gunung Mas Raya 1
Pelanggaran Terhadap Tata Guna Hutan Kesepakatan Pemukiman Dalam Kawasan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling Muara Bio
From Pemukiman Dalam SM Rimbang Baling
Tarusan
From Pemukiman Dalam SM Rimbang Baling
Miring
From Pemukiman Dalam SM Rimbang Baling
Gajah Bataluik
From Pemukiman Dalam SM Rimbang Baling
Batu Sanggan
From Pemukiman Dalam SM Rimbang Baling
Aur Kuning
From Pemukiman Dalam SM Rimbang Baling

Buku Tamu


ShoutMix chat widget

Followers

Labels

forumtataruang at Yahoo! Groups

rimbawan-interaktif at Yahoo! Groups

rsgisforum-net at Yahoo! Groups

komunitaslei at Yahoo! Groups

infosawit at Yahoo! Groups

Photobucket

Photobucket

 Photobucket

 Photobucket

 Photobucket

 Photobucket

 Photobucket

 Photobucket

 Photobucket

 Photobucket

 Photobucket

 Photobucket

 Photobucket

 Photobucket

 Photobucket

 Photobucket

 Photobucket

 Photobucket

 Photobucket

 Photobucket

 Photobucket

 Photobucket

 Photobucket

 Photobucket

 Photobucket

 Photobucket

 Photobucket

 Photobucket

 Photobucket

Photobucket  

Info Lowongan Kerja

iniGIS.info